Ceramah Bulanan Pemda : Mensyukuri Nikmat Allah

Ceramah agama bulan Desember di gedung pola pemdakab Rejang Lebong yang diberikan oleh pak Kadar Najmidin, Kasi Penamas, Kandepag Rejang Lebong dengan judul mensyukuri nikmat Allah. Sebelum ceramah, seperti biasa, diawali dengan pembacaan ayat suci al quran, yang dibacakan oleh Bukhari, dari bagian keuangan pemda. Ceramah diikuti oleh seluruh karyawan dan pejabat pemda, diselenggarakan pada hari Jumat, 7/12/2012.

Bukhari dari Bagian Keuangan membacakan ayat suci Al Quran

Menurut beliau sangat banyak nikmat dan karunia Tuhan yang diberikan manusia, dan sering  saat kita sehat kita tidak sadar, namun baru kita rasakan saat kita menderita, misalnya sakit. Saat sakit, misalnya stroke, betapa nikmatnya kita saat sehat dan merasakan alangkah pentingnya berolah-raga. Oleh karenanya kita harus mensyukuri nikmat hidup karena saking banyaknya nikmat Allah, bahkan sampai ahli hikmah mengatakan kalau seisi lautan dijadikan tinta untuk menulis betapa banyaknya nikmat Allah dan daun2 dijadikan kertasnya, tak akan cukup.

Jika kita bicara nikmat, ternyata nikmat yang paling rendah adalah nikmat yang sering kita minta dalam doa kita, seperti kita minta seperti rizki, kedudukan, kendaraan, kekayaan, jabatan adalah nikmat yang paling rendah. Namun dengan nikmat tersebutlah yang sering membuat kita lalai. Seperti halnya apa yang sedang dialami yang lagi ngetop Bupati Aceng Fikiri. Dengan jabatan, penghormatan, kekayaan yang banyak, akhirnya seperti kita saksikan. Hal ini menjadi pelajaran bagi yang berakal. Bahwa Al quran juga memuat tentang kisah-kisah, sebagai pelajaran untuk kita dan bagi orang yang berpikir. Setiap kejadian mengandung pelajaran bagi kita. Jika dianalisa, apa yang terjadi pada bupati Garut, menurutnya adalah yang paling gentelman, mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena banyak orang yang selingkuh dan tidak gentelman. Hanya sayangnya melakukan pernikahan siri, meski dibolehkan Al Quran, namun dengan catatan harus adil.

Penceramah bapak Kadar Najmidin dan pemandu acara, Subari

Menurut beliau, kunci berkeluarga adalah mensyukuri nikmat. Kenapa banyak suami-suami yang banyak selingkuh, karena mohon maaf, banyak wanita yang tidak pandai membolak-balikan badannya di depan suaminya. Menurut dia, sebaiknya wanita berdandan untuk suaminya, bukan untuk orang lain. Bahkan kalau bias berlenggak lenggok di depan suaminya, dengan pakaian yang seksi. Kalau kita rajin  berdoa kepada Allah agar kita diberikan keluarga sakinah, maka semakin lama usia perkawinan, semakin mesra dan semakin enak.

Berbicara mengenai pelajaran bagi umat dalam nikmat bersyukur, diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, tentang kisah 3 orang. Yang pertama orang yang sakit kulit atau bahasa Jawa busik, bawaan lahir. Yang kedua adalah orang yang rambutnya tidak tumbuh atau botak karena sakit kurap. Yang ketiga adalah orang yang buta. Ketiga orang tersebut diuji oleh malaikat, dan dililuskan permintaannya agar sembuh, serta dikabulkan permintaanya masing-masing seekor onta, sapid an kambing. Singkat cerita, setelah ketiganya sembuh dan ternyata seluruh bianatang seperti onta, sapi dan kambing sudah beranak pinak memenuhi satu lapangan. Dan malaikat datang untuk mengujinya. Malaikat datang sebagai seorang miskin, untuk mohon dibantu diberi onta pada orang pertama, dan minta pada orang kedua seekor kambing. Namun ke dua orang tersebut tidak memberikannya, dengan alasan karena hartanya adalah karena ketekunannya dan warisan orang tua. Mendengar hal tersebut kemudian malaikat bilang kalau engkau berdusta, maka Allah akan mencabut seluruh kekayaanmu. Kemudian malaikat datang ke orang ketiga yang buta, dan minta seekor kambing. Jawab orang buta, jangankan seekor kambing, seluruhnya kambing pun akan saya kasihkan, karena semuanya milik Allah.

Menurut beliau, orang yang awalnya buta dan kemudian disembuhkan Allah bisa melihat inilah yang pandai bersyukur. Diingatkan agar kita jangan menjadi orang yang fasik, yang mengaku beragama Islam, namun tidak menjalankan perintahnya. Semua kita akan diuji, entah dengan kekayaan, perempuan, jabatan, dan sebagainya dan jika kita lulus, maka nikmat Allah akan semakin bertambah, dan jika tidak pandai bersyukur maka ingat azab Allah.

Komentar Facebooker

komentar FB


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>