Akademi Komunitas Negeri Curup Didirikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendirikan Akademi Komunitas (AK) Negeri di 20 kabupaten/kota di Indonesia, salah satunya di kabupaten Rejang Lebong. Mendikbud, M Nuh, mengatakan AK adalah bagian dari amanat Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti). AK bertujuan penguatan pendidikan vokasi dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Masing-masing mahasiswa yang selesai menempuh program pendidikan ini akan mendapat gelar setara dengan D1 atau D2.

Selain Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi pendirian AK Negeri itu adalah Kabupaten Kerom, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Muko-muko, Kota Blitar, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Situ Bondo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Tanah Datar, Kota Mataram, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Tuban. Penjelasan Mendikbud tentang Akademi Komunitas baca di sini

Akademi Komunitas Negeri Curup

Hari Jumat, 31/8, Bupati Rejang Lebong mengukuhkan dan meresmikan berdirinya Akademi Komunitas Negeri Curup di gedung Pola, pemdakab Rejang Lebong. Hadir pada pengukuhan tersebut, perwakilan rektorat dari Politeknik Lampung, para pejabat di lingkungan pemdakab, Kepala Dinas/Instansi, Camat serta pengelola Akademi Komunitas. Menurut pengelola, pendirian Akademi Komunitas ini mengacu pada  SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 161/P/2012 tanggal 9 Agustus 2012, dan  Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Nomor : 1075/E/T/2012, tanggal 14 Agustus 2012 tentang  pendirian Akademi Komunitas Negeri Curup sebagai Program Studi di Luar Domisili POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG dengan 3 Program Studi  :

  1. Budidaya Tanaman Hortikultura (D2)
  2. Budidaya Perikanan (D2)
  3. Teknologi Produksi Ternak (D2)

Pendirian ini dimaksudkan mengisi kekosongan tenaga trampil setingkat D-1 dan D-2 pada bidang yang lokal spesifik dan kabupaten Rejang Lebong (dan Muko-muko) dipandang sesuai untuk menjadi tempat pembelajaran dan pendirian kampusnya. Direncanakan akan dibuat kampus seluas 10 hektar sengan dana sekitar 50 M lebih. Pada awalnya, akan digelontorkan dana untuk membuat siteplan kampus dan kebutuhan persiapan gedung dan dosen sekitar 5,4 M melalui APBN.  Universitas yang mengampunya pada awal bersiri dibantu Politeknik Negeri Lampung. Di luar negeri, akademi seperti ini namanya College Community dan fokus pada bidang keahlian/ketrampilan untuk memenuhi tenaga trampil/operator.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Rejang Lebong, Suherman, SE, MM mengukuhkan dan meresmikan pengelola Akademi Komunitas  dan menamainya Akademi Komunitas Negeri Curup. Pada sambutannya, bupati mengharapkan agar pengelola dapat menentukan dan mempersiapkan tanah untuk lahan kampus dengan syarat kemudahan akses, tersedianya fasilitas listrik dan air bersih. Bupati juga menawarkan kepada putra-putri dan PNS dari Rejang Lebong yang berminat menjadi dosen (saat ini dibutuhkan 18 dosen), dan diprioritaskan mereka yang tinggal di Rejang Lebong.

Bagi yang berminat, pendaftaran mahasiswa baru akan  berakhir paling lambat tgl 28 September 2012. Dan tempat  pendaftaran dapat melalui :

1. Dinas Pendidikan Kab. Rejang Lebong ;

  • Lenli Hartati, A.Md : 081271818959
  • Hendri Dunan, SE : 085357807111

2. SMKN 1 Curup Selatan ;

  • Desi Anggraini, S.Pi : 082179808885
  • Ir. Suarni : 085381332590

Tulisan terkait : 20 Akademi Komunitas Berdiri

Komentar Facebooker

komentar FB


Comments

Akademi Komunitas Negeri Curup Didirikan — 1 Komentar

  1. Masaalah pendidikan tinggi kita adalah daya serap industri yang sangat rendah sehingga link and match gagal, sehingga banyak lulusan pendidikan tinggi yang menganggur.. Jangan jangan dengan mendirikan banyak Akademi Komunitas hanya akan menambah panjangnya antrian pencari kerja alumni perguruan tinggi. Moderenkan dulu industri kita agar alumni perguruan tinggi kita, mudah tersalurkan. Akademi Komunitas seharusnya menjadi alat modernisasi industri nasional sambil mendidik pelaksana industri yang moderen. Jsanghan lupa, industri kita daya tampungnya sangat rendah, karena masih bersifat tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>